Download Applikasi UC Browser Kekinian

Monday, December 8, 2014

Kompor Unik, Mampu Isi Baterai Smartphone dan Kurangi Resiko Kangker

Mahasiswa asal Filipina Jacqueline Nguyen dan Mark Webb berhasil membuat kompor tungku unik uang diberi nama K2 cook stove. Selain berfungsi untuk memasak, kompor ini juga dapat diguakan untuk mengisi baterai smartphone, selain itu kompor ini juga di klaim minim emisi yang mana bisa mengurangi penyebab kanker.

K2 Cook Stove
K2 Cook Stove

Ide pembuatan kompor K2 cook stove ini dicetuskan setelah kedua orang ini berkunjung ke Filipina dan melihat masih banyak keluarga yang menggunakan kompor tungku berbahan bakar kayu dan plastik yang menghasilkan banyak asap. Padahal asap yang mengandung banyak zat karsinogenik dan zat berbahaya lainnya ini telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, lebih tinggi dari HIV dan malaria.

Webb mengklaim jika kompor K2 Cook Stove ini lebih ramah lingkungan dengan menghasilkan asap 95 persen lebih sedikit daripada kompor tungku biasa. Hal ini karena kompor ini dibuat dengan desain geometris yang unik dan dibekali sistem penyedot udara berupa kipas listrik.


Kipas ini berfungsi untuk meniup udara ke api hingga menciptakan reaksi konveksi lebih besar yang membuat kompor yang lebih hemat bahan bakar. Selain itu, akibat tekanan angin ini, karbon monoksida yang menjadi zat karsinogenik juga bisa diubah menjadi karbondioksida yang. Webb juga menyebutkan jika K2 Cook Stove ini membutuhkan 50 persen kayu dan plastik lebih sedikit untuk menghasilkan jumlah panas yang sama panas.


Jacqueline Nguyen dan Mark Webb Menemani Seorang Ibu yang tengah memasak dengan menggunakan kompor K2 cook stove
Jacqueline Nguyen dan Mark Webb Menemani Seorang Ibu yang tengah memasak dengan menggunakan kompor K2 cook stove


Tak hanya itu saja, energi panas yang diproduksi kompor ini selain berfungsi untuk mematangkan makanan yang dimasak di atasnya juga bisa diubah menjadi sumber energi listrik yang bisa untuk mengisi baterai smartphone.

Kompor K2 Cook Stove ini juga dilengkapi generator thermoelectric yang dapat mengubah perpindahan panas antar lempengan generator menjadi muatan listrik. Muatan listrik ini kemudian disalurkan ke dalam regulator tegangan untuk menghasilkan arus yang stabil.

Rencananya kompor K2 Cook Stove ini akan dipasarkan ke China terlebih dahulu dan tak menutup kemungkinan untuk di pasarkan di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Filipina yang menjadi inspirasi pembuatnya. Untuk harganya sendiri, K2 Cook Stove ini bakal diedarkan dengan harga USD 50 atau sekitar Rp 600 ribuan.
(Merdeka)


Thursday, December 4, 2014

Dr. Johny Setiawan Astronom Indonesia, Salah Satu Penemu Planet Baru

Bentuk tubuhnya yang bak atlit binaraga sudah terlihat ketika bertemu dengannya dari  jarak jauh. Usianya kini, sudah masuk 39 tahun dan bukan umur tua untuk sebagai seorang ilmuwan yang telah banyak menemukan penemuaan spektakuler. Karena dalam bidangnya ini, masih sedikit orang Indonesia yang memiliki kemampuan sepertinya dan  sedikit sekali orang nusantara mengenalnya.

LAB Dr Jhony Setiawan
Dr. Johny Setiawan Astronom Indonesia

Dia adalah Dr. Jhony Setiawan, ilmuwan asal Indonesia yang tinggal dan bekerja di Jerman semenjak kuliah. Pria kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1974 ini menghabiskan pendidikan dari sekolah dasar hingga SMA di Indonesia. Kemudian pada tahun 1992, dia melanjutkan pendidikannya ke Jerman untuk jenjang universitas. Sebelum masuk universitas dia harus menamatkan pre-universitasnya di kota Heidelberg di Jerman tahun 1993. Baru dia masuk Universitas Freiburg (Jerman) jurusan Fisika tahun 1993 dan menyelesaikannya tahun 1999 dengan gelar Diplom Physiker (setara S2/ Master).


Tesis yang di tulis untuk progam S2-nya itu dalam bidang astronomi dan astrofisika. Dari situlah dia mulai mengembangkan penelitian dalam bidang astronomi. Selang beberapa lama dia melanjutkan pendidikanya ke jenjenag doktoral dan meneruskan penelitiannya di astrofisika, yang diselesaikannya pada umur 28 tahun. Dia mendapatkan gelar Doktor reurum naturatium (Dr. rer. nat) dengan desertasinya yang bertemakan pencarian planet di luar tata surya (extrasolar planet) dengan hasil summa cumlade tahun 2003.

Kemudiaan dia kembali ke Heidelberg untuk melanjutkan risetnya di Max-Planck-Institute For Astronomy. dengan memulai banyak penelitian di negara Cile. Penelitian ini di mulai pada tahun 2005 antara kelompok astronom Brasil dan Eropa bekerjasama untuk menyelidiki keberadaaan planet lain. Ketua tim peneliti ini Dr. Jhony dengan menghasilkan satu penemuan awal yaitu planet yang ada di luar tata surya yang diberi nama HD 11977 b. sesudah itu di teruskan dengan penemuan-penemuan baru seperti planet TW Hydrae yang mengitari sebuah bintang muda. Sedangkan penemuan yang lain  yaitu HIP 13044, HD 47536 c, HD 110014 b, HD 11014 c, HD 11977 b, dan HD 70573 b.


LAB Dr Jhony Setiawan

Pria ini telah menghebohkan dunia dengan penemuanya itu yang dapat menyumbangsihkan untuk dunia ilmu pengetahuan. Karena dia dengan timnya mampu menemukan planet di luar tata surya. Ini menjadikan sebuah pengetahuan besar dan akan memberikan dampak untuk dunia astrofsika kedepan. Sudah lebih dari sepuluh planet baru yang ia dan teman-temannya temukan.

Tak cukup dengan bidang fisika dan astrofisika dia mengambil kuliah lagi dengan jurusan hukum dan ekonomi di Universitas Manhein sekitar tahun 2009 – 2011. sedangkan dikesibukan  yang sangat luar biasa, dia masih menyempatkan diri untuk berkunjung ke tanah air untuk membagikan pengetahuanya dan menginspirasi generasi muda. Misal pernah menjadi pembicara di LIPI dan ITB.

Ini menjadikannya sebagai salah satu astronom Indonesia yang mendumia. Dan ini menjadikannya salah satu inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Kini, dia mengabdiakan diri pada bangsa dengan bekerja di KBRI di Berlin



Sumber : beritaunik, kompas, JKGR